[ReadABook] Negeri Sukun
Lama ga posting,, so to keep the pace, mosting resensi ah :D. So here's the book :
[Negeri Sukun : Kelakar Sang Kiai untuk Negeri]
Tertarik ma buku ini gegara ada kutipan di tumblr, jadi pingin beli tapi keknya bukunya uda pada out of stock dimana-mana. Cetakan 2009 bung! Akhirnya mutusin nyari di toko onlen, nekat mesen walopun ga ada tulisan ready stocknya. Dan ternyata emang stocknya ga lagi ga ada dan saya memutuskan untuk tetep nunggu sampe ada. Alhamdulillah seminggu kemudian ada berita baik, yey! *ini kok malah cerita gapenting.
Well, buku ini berisi sekitar 40-an cerita pendek tentang lika-liku kehidupan di Negeri Sukun. Pertama kali denger judulnya, saya pikir maksudnya sukun itu nama buah, jadi kirain negeri yang banyak tumbuh sukun gitu deh. Ternyata saya salah, sukun disini maksudnya tanda sukun dalam aksara arab yang merupakan tanda berhenti. Sukun dan Sakinah, dua kata yang memiliki akar makna yang sama.
Negeri Sukun merupakan negeri yang unik. Negeri Sukun adalah negeri dengan ribuan sukun. Bila tidak sukun pun, rupanya adalah dhammatain. Sehingga setiap kali disebut, yang terdengar di akhir nama penduduknya adalah -un.
- Negeri Sukun
Buku ini bercerita tentang Kiai Badrun, tokoh agamis di Negeri Sukun, yang senantiasa didatangi orang-orang di Negeri Sukun untuk sekedar tempat mengadu dan mengeluh tentang keadaan Negeri Sukun. Cerita-cerita ini mungkin pendek, namun sarat makna dan penuh kata-kata sindiran halus. Ya, tulisan dalam buku ini kebanyakan adalah satir tentang keaadan zaman dikemas dengan candaan ringan namun ngejleb dan menyindir. Dan yang dibahas juga beragam, tentang politik, sosial, self-reflection, cinta, keluarga, so komplit sekali lah ya.
Here's some sneak peek
Sungguh dunia telah menjadi permainan yang luar biasa. Seperti laiknya dunia berputar bolak-balik dalam periode rotasi dan revolusinya, pemikiran manusia pun kini ikut dibolak-balikkan.
- Hak Sepatu dan Hak Asasi
Manusia memang terkadang lupa bahwa warna dirinya terbatas. Keterbatasan itu yang membuat manusia merasa mudah untuk mendefinisikan kebaikan dan keburukan seenak jidatnya seolah dirinya adalah Tuhan.
- Hitam Putih Wajah Tuhan
Dunia memang sudah semakin tua. Entah sudah berapa milyar kali dia mengelilingi matahari sampai segala isinya berbolak-balik tidak karuan. Sampai manusia lupa apa yang seharusnya dikatakan dan dilakukan malah terlupa untuk dipraktikkan sendiri.
- Sehat ala Orang Sakit
Justru karena cinta, kamu memelihara dirimu dan dirinya agar tetap mulia. Bila ia mendekat, tetaplah duduk. Karena itu yang menjaga emosi agar tak meletup. Bila ia menjauh, jangan dekati dia sebelum waktunya. Sabar itu jauh lebih istimewa. Atau kalau tak tahan lagi, segeralah datang ke rumah orang tuanya! Itu lebih mulia.
- Ketika Jarun Bicara Cinta
Pengarang buku ini adalah Ahmad Fuady, yang saat menulis buku ini lagi menempuh pendidikan dokter di UI dan sekarang insya allah sih udah jadi Dokter Muda hehe. Temen-temen saya yang tau saya mbaca buku ini kebanyakan ngira klo mas ini adalah sama dengan mas Ahmad Fuadi, pengarang buku Negeri 5 Menara, ditambah judul bukunya sama-sama ada kata "Negeri"-nya. What a coincidence ya :D
Overall, saya suka buku ini, padet dan berisi! Saking padetnya saya mpe kadang harus meluangkan waktu lebih lama buat meresapi kata-kata 'mutiara' didalamnya, hehe. Buku ini ga cukup dibaca satu kali doang, bagus buat renungan juga, dan telah menemani saya dalam menunggu proses clean - rebuild all project di Visual Studio yang begitu lama :P. So 4 stars for it!
n.b : also posted in my goodreads.




